Peraturan ada untuk dipatuhi, tapi bagaimana kalo seorang yang mematuhi peraturan malah dianggap bodoh. Yaah, itu yang baru menimpaku beberapa minggu yang lalu.
Pasti semua tahu ada peraturan dari kepolisian lalu lintas untuk menyalakan lampu sepeda motor di siang hari. Setahuku yang tidak menyalakan lampu di siang hari akan mendapatkan sanksi berupa denda uang. Peraturan itu sudah cukup lama dikeluarkan. Nah, sebagai warga Negara yang baik aku juga melakukannya, walaupun baru-baru ini mulainya. (Sebenarnya karena ‘ketakutan’ habis melihat poster yang menampilkan jumlah denda yang harus dibayar apabila kita melanggar peraturan di atas. ) ohoho..
Alkisah sudah beberapa minggu sejak aku nyalain lampu di siang hari. Namun ada suatu kejadian yang membuatku sedikit berpikir aneh dalam mematuhi peraturan tsb. Ceritanya aku dalam perjalanan pulang dari kampus, di tengah perjalanan tiba-tiba ada bapak-bapak atau mas-mas nyelip dari samping dan sejajar dengan sepeda motorku. Dia bilang,
“Mbak, lampu sepeda motornya nyala,”..
Begitu bilang beberapa kata tsb, orangnya langsung ngacir. Spontan aku diem, ..”he, bukannya emang gitu aturannya?” Sambil masih bingung akhirnya aku matiin lampu motornya. Tapi akhirnya dinyalain lagi setelah tak melihat tanda-tanda keberadaan orang tadi. Sepanjang perjalanan pulang aku jadi mikir, jangan-jangan banyak orang yang berpikir seperti bapak-bapak / mas-mas tadi.
Secara tidak langsung dari ucapan bapak-bapak atau mas-mas tadi menyiratkan kalau aku melakukan kesalahan, yaitu kesalahan menyalakan lampu di siang hari. Memang kalo dipikir lagi, apa sih gunanya nyalain lampu di saat masih ada matahari yang menaungi kita *c’ile. Tapi karena memang itu peraturan ya kita harus mematuhinya. Walaupun beberapa orang menganggap peraturan ada untuk dilanggar.
Bingung ya, di saat ada seseorang yang berusaha untuk mematuhi aturan, beberapa orang di sekitarnya menganggapnya salah. Sebenarnya yang salah aku atau orang tadi ya. Begitu kira-kira yang aku rasakan. Mungkin ada beberapa orang yang juga merasakan pengalaman ini. Kalau Black Motor Community pasti telah menerapkan perturan ini. Secara semua Black Community orangnya pada pinter-pinter dan taat peraturan..whhohoo
Dan parahnya teman-temanku semua menyalahkanku karena menyalakan lampu. Yaa…aku memang salah cerita pengalaman ini ke mereka. =.=, ternyata mereka penganut paham bapak=bapak / mas=mas tadi. Tentunya bayak juga orang-orang kayak teman-temanku di luar sana. Kaukah salah satu diantaranya?
Yah, kalau gini ceritanya entah kapan peraturan untuk menyalakan lampu di siang hari dapat terlaksana dengan maksimal. Di saat ada seorang yang berusaha mematuhi, orang lain menganggap ada yang salah dengan dirinya. Dan akhirnya seseorang tsb jadi ikut-ikutan tidak mematuhi aturan, karena merasa tidak ada yang memihak dirinya.
Sebenarnya yang salah siapa dong? Jadi bingung, postingan apa ini, isinya membingungkan.
Mungkin pihak kepolisian harus turun tangan langsung untuk mengefektifkan aturan ini. Contohnya dengan mencegati orang-orang yang tak menyalakan lampu. Tapi tentu saja tanpa menarik denda, karena memang tujuannya hanya untuk mengingatkan. Bagi beberapa orang yang ‘sadar’ tentu saja akan menerapkan aturan ini ke depannya. Selain itu memang tergantung dari individu masing-masing (jawaban final yang sering dikeluarkan di debat-debat mata kuliah pendidikan pancasila). Harus ada seorang yang memulai mentaati peraturan, nantinya pasti orang-orang akan merasa bahwa aturan itu memang benar.
Dari pengalaman ini pula aku menyadari bahwa yang namanya manusia khususnya kita-kita di Indonesia masih suka lihat kanan kiri sebelum menerapkan peraturan. Benar kan? Kita kadang berpikir 2 kali untuk melakukan sesuatu yang jelas-jelas benar. Kita masih melihat apakah orang-orang di sekitar kita juga melakukannya, kalau iya, kita ikut, kalau tidak, kita juga tidak. Dan jujur, aku juga masih seperti itu pada beberapa kasus. Haha..*tawa melas.
_ajenk_






0 cuap-cuap:
Poskan Komentar
Tinggalkan komentarmu ya..^_____^