Jumat, 29 Januari 2010

Bonek, suporter fanatik yang terlalu fanatik..

Lagi-lagi sepakbola Indonesia tercoreng. Bukan permainan para pemainnya, tapi lebih karena supporter fanatic masing-masing kesebelasan. Sudah lama kita mengetahui perilaku mereka yang terkesan semaunya sendiri, perilaku yang tidak akan mungkin ditemui pada para Black Community. Baru kali ini media benar-benar menyorot masalah yang telah terjadi sejak lama ini.

Yang menjadi sorotan kali ini adalah perilaku para Bonek atau bondo nekat (hanya bermodal nekat) yang merupakan fans fanatik Persebaya, klub sepakbola asal Surabaya. Belum hilang dari pikiran kita saat para Bonek dan Aremania (pendukung Arema, malang) bentrok di Surabaya 3 tahun lalu. Bentrokan yang dipicu karena kekecewaan Bonek terhadap kekalahan Persebaya akan Arema itu mengakibatkan banyak korban, baik luka, materi, bahkan nyawa. Tidak hanya itu pemerintah Surabaya pun dibuat kewalahan.



Berpijak pada peristiwa itu, PSSI dan pemerintah Surabaya selalu tanggap dan siaga saat Persebaya bertanding. Seperti pada pertandingan Persebaya melawan Arema kemarin, sebanyak 3000 personel polisi diturunkan khusus untuk mengamankan jalannya pertandingan. Memang pertandingan antara kedua kesebelasan ini selalu panas karena banyak yang bilang pertandingan tersebut merupakan pertandingan harga diri antara 2 kesebelasan besar di Jawa Timur. Walaupun laga tersebut diakhiri dengan kemenangan Persebaya, tetap saja para Bonek membuat ulah. Mereka turun ke lapangan dan berbuat kerusakan.
Tidak hanya pemerintah Surabaya yang dibuat kalang kabut, pemerintah kota lain yang bertindak sebagai penyelenggara pertandingan juga merasakan hal yang sama. Baru-baru ini Persebaya berangkat ke Bandung untuk bertanding melawan Persib. Tentu saja keberangkatan Persebaya ke Bandung diikuti oleh Bonek Mania. Para bonek tidak mengindahkan sanksi dari PSSI yang melarang mereka mendukung Persebaya saat tanding di luar kota. Sanksi tersebut berlaku sampai bulan Juli 2010.

Untungnya di laga Persebaya melawan Persib tidak terjadi bentrokan yang serius. Dari awal keberangkatan sampai kepulangan Bonek, semuanya selalu dijaga oleh personel kepolisian. Perilaku bonek yang cenderung anarkis ternyata membuat masyarakat resah. Terbukti selama perjalanan Bonek ke Surabaya menggunakan KA, banyak masyarakat dari kota yang disinggahi KA mencerca bahkan melempari KA dengan batu. Seperti yang terjadi di kota Solo, masyarakat menunjukkan ketidaksenangannya terhadap para Bonek dengan tindak anarkis juga. Sayangnya banyak korban yang tidak bersalah di kejadian ini, beberapa polisi dan masinis terluka akibat lemparan batu.

Sebenarnya tidak hanya para Bonek saja yang bertindak di luar batas, banyak supporter kesebelasan lain yang melakukan tindakan anarkis. Sebagai warga malang, aku juga sering melihat bagaimana para Aremania berkelakuan. Apalagi saat konvoi kemenangan, jalanan selalu macet dan parahnya lagi kadang terjadi kecelakaan karena mereka tidak mengindahkan peraturan lalu lintas juga tak memakai standar keamanan berkendaraan. Beda banget sama Black Motor Community.

Namun dengan semakin baiknya koordinasi antar supporter dan badan-badan yang membawahinya, saat ini Arema telah jauh lebih baik dari jaman saat aku SMP dulu. Para aremania sekarang selalu tertib dan cinta damai, masyarakat malang pun tidak takut lagi melihat Aremania. Aremania bahkan dapat terpilih sebagai suporter terbaik di Indonesia. Mungkin dengan adanya koordinasi yang baik, nantinya Bonek, JackMania, maupun suporter lain dapat memperbaiki perilaku sekaligus citranya di masyarakat masa depan. Karena memang yang menjadi sumber kerusuhan bukanlah keseluruhan suporter. Jadi mari kita menjadi suporter damai yang fair play dan bercitra baik di mata masyarakat.

_ajenk_

0 cuap-cuap:

Poskan Komentar

Tinggalkan komentarmu ya..^_____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...