Satu lagi kontroversi tentang hak cipta Negara kita muncul beberapa hari kemarin. Walau tak seheboh perang kepemilikan batik antara Indonesia-Malaysia. Hal ini sempat membuat beberapa petinggi Negara memberikan bermacam pendapat, baik pro maupun kontra.
Kali ini adalah giliran simbol Negara kita, Garuda Pancasila yang ditengarai dijadikan inspirasi mode berupa gambar garuda di baju rancangan Giorgio Armani, perancang busana kelas dunia (yang juga pernah masuk Oprah Winfrey Show, ada yang liat?). Sekilas dilihat, memang gambar garuda di kaos Armani seharga $ 42 itu sangat mirip dengan lambang Negara kita. Tersedia 3 macam warna, biru, putih dan hitam. Warna hitamnya entah mengapa mirip sama kaosku pas diklat WS, mirip-mirip Black Community gitu. wkwk
Untung dipake sama model yg cukup slimz kyk Djarum Black Slimz, klo yang make XL bakalan lebih menghina Negara kita…
Pada bagian tengah terdapat lambang bintang persis dengan Garuda Pancasila. Garuda Armani juga terlihat bertameng dan mencengkeram pita yang juga persis dengan Garuda Pancasila. Yang berbeda,..
di gambar dimana seharusnya terdapat pohon beringin dan rantai diganti dengan huruf A dan X. huruf A dan X ini berarti Armani Exchange (AX). Selain itu arah kepala Garuda Armani juga berkebalikan dengan kepala Garuda Pancasila. Bila kepala Garuda Pancasila mengarah ke kiri, garuda Armani mengarah ke kanan.
Armani sempat mempublikasikan kaos ini di situs onlinenya. Namun tanpa alasan yang jelas tidak sampai 1 minggu, kaos ini tidak dimunculkan di situs penjualan online Armani. Lebih aneh lagi, kaos Garuda Armani malahan tidak dijual di gerai Armani Jakarta, entah disengaja atau tidak.
Beberapa orang merasa senang dan bangga melihat lambang Negara kita dijadikan model oleh seorang desainer kelas dunia. Beberapa lainnya tidak, mereka merasa terhina melihat lambang Negara kita, yang pastinya telah dikenal oleh warga internasional, digunakan tanpa izin oleh Armani, bahkan dicetak dan diubah seenaknya.
Bagiku pribadi, penggunaan simbol garuda yang mirip Garuda Pancasila pada rancangan Armani mungkin masih perlu dibuktikan. Apakah itu benar-benar terinspirasi dari Garuda Pancasila atau tidak. Apabila memang benar-benar menyadur milik Negara kita maka pemerintah Indonesia bisa saja menuntut pihak Armani. Selain menggunakan tanpa ijin, Armani secara tidak langsung telah ‘menjual ’ harga diri kita. Dengan kata lain Armani bisa dianggap tidak menghormati kedaulatan kita sebagai Negara yang merdeka.
Tidak dijualnya kaos ini di Indonesia juga memperlihatkan iktikad yang tak terlalu baik. Armani menjual kaosnya di seluruh dunia, sedangkan di Negara kita tidak. Apakah ia takut ketahuan? Ya memang nyatanya sudah ketahuan. Sampai saat ini belum tampak sikap tegas dari pemerintah pada pihak Armani.
_ajenk_





0 cuap-cuap:
Poskan Komentar
Tinggalkan komentarmu ya..^_____^