Minggu, 21 Februari 2010

Semakin bukan Manusia..

Black In NEws.Kesehatan di Indonesia mahal. Itu kata-kata yang tepat untuk menggambarkan instansi-instansi kesehatan di Indonesia saat ini. Kasus-kasus menyayat hati yang berhubungan dengan kesehatan yang makin tak terjangkau kita sekarang sering kita jumpai di berita. Bagaimana susahnya seorang miskin untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang seharusnya dapat mereka terima dengan cuma-cuma. Satu lagi kasus yang muncul minggu-minggu ini benar-benar mengusik rasa kemanusiaan kita.

Seorang ibu tidak dapat membawa pulang jenazah anaknya yang baru dilahirkannya hari Sabtu lalu (6 Februari 2010) hanya karena ia tidak mampu membayar tunggakan rumah sakit sebesar 2.3 juta. Sang ibu yang masih terlihat kurang sehat pasca melahirkan hanya bisa menangis di depan kamar Jenazah rumah sakit tersebut sembari menunggu suaminya yang mencari pinjaman untuk membayar biaya persalinan.



Sang suamipun akhirnya menyerahkan surat berharga milik keluarga sebagai jaminan untuk membawa pulang jenazah anaknya. Tidak cukup sampai disitu penderitaan yang mereka alami. Sang ibu terpaksa membawa jenazah anaknya pulang dengan menaiki ojek karena tidak sanggup untuk membayar biaya ambulans.
Bayangkan, seorang ibu yang masih lemah karena proses persalinan harus menerima kenyataan bahwa anak yang dikandungnya selama 9 bulan meninggal dunia. Bagai sudah jatuh ditimpa tangga, ia pun masih harus memikirkan tunggakan biaya persalinan sebagai syarat untuk mengambil jenazah anaknya. Rasanya saat ini rasa kemanusiaan kian lama kian terkikis, dibutakan oleh materi. Setidaknya mungkin kita bisa mengedepankan alasan kemanusiaan dalam menyikapi permasalahan di atas. Padahal berbicara tentang peraturan, pemerintah telah mengeluarkan UU yang mengatur tentang pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Di peraturan tersebut disebutkan bahwa masyarakat tidak mampu digratiskan mengenai pelayanan kesehatannya. Tapi kenyataannya? Sangat jarang kita temui di lapangan.


Kadang terlintas, apakah peraturan yang dikeluarkan Pemerintah cukup efektif dalam pelaksanaannya? Untuk apa susah-susah menyusun UU yang jelas-jelas dalam kenyataan di lapangan tidak dilaksanakan dengan baik. Bagiku adanya peraturan itu hanya sebagai angan-angan tak tercapai bagi si miskin. Ada baiknya pemerintah, Dinas Kesehatan khususnya, mengusahakan semaksimal mungkin untuk membuat peraturan itu tidak hanya efektif secara tertulis, namun juga praktik di lapangan. Kalau perlu libatkan lembaga penegak hukum dalam memberantas mafia-mafia kesehatan (inspirasi dari mafia hukum :P).Kita sebagai masyarakat juga harus berperan secara aktif dalam mengawasi jalannya peraturan. Yang ngaku Black Community pasti akan menjalanjkannya.

Fakta di atas hanya salah satu kasus yang kebetulan diliput oleh media. Mungkin di luar sana masih banyak ibu-ibu lain atau orang-orang tak mampu yang juga merasakan biaya kesehatan yang kian membengkak. Begitu mirisnya keadaan tersebut sampai-sampai suatu saat mungkin kita akan merasa bosan dengan banyaknya pemberitaan serupa dan menganggapnya sebagai hal yang biasa. Di waktu itulah rasa kemanusiaan kita akan terkikis bahkan mati sama sekali. Suatu keadaan yang kritis bagi keselamatan moral umat manusia.


_ajenk_

0 cuap-cuap:

Poskan Komentar

Tinggalkan komentarmu ya..^_____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...