Selasa, 09 Maret 2010

Huuu… yang berbuntut panjang

Jangan sembarangan mengucapkan Huu..! kata-kata ini mungkin terlihat umum dan biasa kita lontarkan bila kita tak setuju dengan sesuatu, mengomentari teman yang guyonnya ga jelas, atau hanya sekedar meniru suara burung hantu (?). Tidak akan ada orang yang protes atau mengomentari ‘Huu’ kita selama ‘Huu’ yang kita ucapkan masih dalam batas-batas.

Namun lain halnya dengan ‘Huu’ yang diucapkan Roy Suryo, pakar Telekinematika kenamaan Indonesia. Roy Suryo, yang juga merupakan anggota DPR dari partai Demokrat, beberapa hari ini mungkin sedikit banyak tampil di televisi Bagi yang mengikuti rapat Pansus Century pasti sudah tak asing dengan kasus ‘Huu’ beliau. ‘Huu’ yang diucapkan Roy Suryo merupakan salah satu kasus ‘Huu’ yang terlalu dibesar-besarkan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan ‘Huu’ Roy Suryo, hanya sayangnya ia berada di tempat yang salah, berurusan dengan orang yang salah, dan parahnya lagi memiliki ketenaran yang cukup untuk membuat para wartawan tertarik meliput gerak-geriknya di waktu yang tak tepat. Mari bersyukur karena menjadi orang biasa..hwaha

Roy Suryo, pada rapat pansus Century secara berulang kali melontarkan ucapan ‘Huu’ saat seseorang dari fraksi Golkar membacakan keputusan partainya tentang bailout Century. Sayangnya seorang wartawan yang berada di balkon saat itu menangkap sosoknya yang terlihat mencolok karena mengucapkan ‘Huu’ dengan lantang di mikropon. Sebenarnya tidak beliau sendiri yang ber-Huu-Huu ria di gedung tsb, banyak anggota lain yang notabene memiliki pandangan berbeda dengan pandangan partai yang sedang berbicara, juga melakukan hal yang sama. Tindakan Roy pun akhirnya terliput secara live di beberapa TV swasta ini yang menyiarkan Rapat Bailout Century.

 Beberapa orang di antara kita mungkin akan menganggapnya biasa saja, namun dasar TV, pasti ada saja hal nyleneh yang dijadikan berita. Awalnya Roy Suryo mengungkapkan bahwa ucapan tsb adalah hal yang biasa dan otomatis keluar karena terbawa suasana rapat, begitu kata beliau di saat wawancara di tv swasta. Beliau pun tak terlalu mempermasalahkan dengan beredarnya video ‘Huu’-nya di dunia maya. Namun ada kalanya manusia merasa lelah, melihat pemberitaan di TV yang mengulang-ulang ucapan ‘Huu’ ini, Roy Suryo akhirnya gerah juga. Bahkan ia mengaku telah mengantongi identitas wartawan yang mengambil gambarnya. Kurang jelas ia akan mengambil tindakan hukum atau tidak, tuduhannya pun tidak remeh, yakni pembunuhan karakter.

Terlepas dari kasus di atas, aku menganggap ‘Huu’ adalah ucapan yang kurang sopan untuk dilontarkan. Apalagi dalam forum formal seperti rapat, dimana anggota rapat merupakan orang-orang yang memiliki adab (pada umumnya). Sebenarnya Roy Suryo tidak perlu menganggap serius rekaman ‘Huu’ dirinya, karena hal tsb pasti akan cepat terlupakan. Wartawan yang mengambil gambarnya pun tidak dapat disalahkan, karena ia hanya menjalankan tugasnya secara professional. Lagipula tidak ada indikasi ia sengaja untuk melakukan pembunuhan karakter. Kalaupun akhirnya Roy Suryo menuntut si wartawan, bisa saja si wartawan melawan dengan UU kebebasan pers. Kalau benar terjadi, urusannya bakal panjang dan tak selesai-selesai. Karena itu, sebaiknya memang diselesaikan secara damai. Satu-satunya hal yang disalahkan hanyalah pak Roy Suryo berada di timing yang salah saat itu.

Ada baiknya sebelum ber-Huu-Huu ria, kita menoleh kanan kiri terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada orang yang merekam untuk menghindari kejadian seperti di atas. (sekali lagi, hanya bagi anda yang merasa ‘penting’)


_ajenk_

5 cuap-cuap:

Bang Johan mengatakan...

wkwkw...nice post sister...

~- ajenk -~ mengatakan...

ho2, thnks brother ^O^

arsenewenggar mengatakan...

kebacut n pas lagi luput

~- ajenk -~ mengatakan...

ee,..

aq bingung mksud anda...

arsenewenggar mengatakan...

wah..sensei merendahkan diri...

Poskan Komentar

Tinggalkan komentarmu ya..^_____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...